free counters


My site is worth $2022.1.
Berapa harga Blog/Web Anda?

WHO KNOWS, WHO IS ACTUALLY THE GREAT AND THE MOST TERRORIST IN THE WORLD ?

Minggu, 02 April 2017

Serial Pak Rebby : Upacara Hari Guru 2016

Ada yang spesial dalam pelaksanaan Upacara Bendera hari Senin kali ini, di sekolah Pak Rebby. Tidak seperti biasanya, petugas upacara yang biasanya adalah siswa, kali ini dalam rangka memperingati hari Guru Nasional, seluruh petugas upacara adalah dari unsur Bapak/Ibu Guru dan Karyawan. Dan yang menggantikan posisi di barisan Bapak/Ibu Guru adalah pengurus OSIS.
            Ketika saat pembacaan doa, tak kurang dari pemimpin upacara bendera sampai melongokkan kepala ke arah Pak Rebby. "Bisa-bisanya ! Berani-beraninya !" Begitu mungkin bisik su'udzon hati Pak Rebby, melihat kenyataan beliau diawasi, di balik lirikan sesekali saat jeda pembacaan lafadzh doanya. Namun ternyata ini bukanlah su'udzon beliau. Karena ketika beberapa anak menemui beliau seusai upacara, mereka menyampaikan sesuatu yang ternyata menjadi pembenar su'udzon beliau.
            Dan inilah text doa Pak Rebby yang notabene merupakan hasil survey melalui angket yang dilaksanakan pada siswanya.

ASSALAAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKATUH

A'udzubillahiminassyaithonirrojiim. Bismillahirrohmaanirrohiim.
Alhamdullillahirobbil 'aalamiin. Hamda yuwafi ni'amahu, wayukaafii maziidahu.
Laa tuhsho tsana'un alaika, anta kama atsnaita 'ala nafsika. Allohumma sholli wassallim 'ala rosulika wa nabiyyika sayyidina muhammaditthohirizzakiyyi wa 'ala alihi thoyyibiina, wa'ashabihiil muttaqien. Allohumma robbanaa 'alaika tawakalna wa ilaika anabna wa ilaikal masyiir. Subhaanaka allohumma robbana wa bihamdika allohummaghfirlanaa dzunuubana wali walidiina war hamhumma kamaa robbayaana sighooro..
Ya hayyu yaa qoyyum birohmatika astaghits. Ashlihli sya'ni kullahu wa laa takilni ila nafsi thorfata 'aini. Allohumma ahsin 'aaqibatanaa fil umuuri kulliha
Allohumma inni as'alukal huda wattuqo, wal 'afwafa wa ghina
Allohumma ainni 'ala dzikrika wasyuk-rika wa tho'aatika, wa husni ibaadatik
Allohumma arinal haqqo-haqqo warzuqnaj tibaa'ah, wa arinal baathila baathila warzuqnaj tinabah. Robbana aatinaa fidun-ya khasanah, wa fil aakhiroti khasanah, wa qinna adzaabannaar
Yaa alloh yaa rohman yaa roohiim, hanya engkaulah yg kami sembah, hanya kepada engkau kami beribadah, hanya kepadamulah kami meminta, hanya kepadamu kami memohon dan berdoa.
Yaa alloh, hari ini kami memperingati hari guru nasional, hari bersejarah bagi dunia pendidikan di republik ini. Momen yang sangat baik bagi kami para guru untuk muhasabah dan berintrospeksi. Dan ketika kami adakan survey pada mereka, refleksi dari anak didik kami, siswa-siswi kami, ternyata mereka sangat mendamba & mengharapkan guru di sekolah kami  :
Yang datangnya tepat waktu. Yang Sabar tidak pemarah. Yang patut menjadi contoh. Yang Jujur, jujur dalam keadaan apapun. Yang  Amanah dan Kreatif. Yang Mengajar dengan baik dan jelas. Yang tidak membuang-buang waktu. Yang Tidak mainan HP saat mengajar. Yang Tidak memberi hukuman yang berat. Yang Selalu membimbing, mengarahkan yang baik. Yang Adil dan tidak pilih kasih. Yang Senyum jika bertemu muridnya. Yang disiplin dan tegas, sehingga muridnya menuruti dan menaati peraturan sekolah. Yang Tertib, jarang meninggalkan pelajaran. Yang Perhatian, Pengertian, dan Bijaksana. Yang Suka humor dan bisa diajak bercanda. Yang Ketat mengawasi saat ujian. Yang Saat mengajar lebih banyak seriusnya daripada bercandanya. Yang Bicaranya tidak kasar atau jorok. Yang Wibawa, dan Keras. Yang Kalo ada muridnya menyontek langsung diberi sanksi yang berat. Yang tidak egois, jika menerangkan pelan & tidak main HP. Yang Selalu mementingkan mengajar di kelas dari pada kegiatan lain di luar kelas dan mengerjakan kegiatan lain yang kurang penting dan mengosongkan pelajaran. Yang mengajarnya enjoy dan sabar. Yang Jika menjelaskan mudah dimengerti. Yang Tegas terhadap anak yang melanggar tata tertib. Yang sabar bila ada tugas. Yang Tidak cepat-2 marah dan kalo menjelaskan tidak cepat-2 & tidak terlalu sering main Handphone. Dan Yang mengajarkan muridnya tentang kesabaran dan ketulusan, tidak emosional dan selalu berkata sopan.
Yaa alloh, begitu mulia keinginan dan harapan mereka kepada kami guru2-nya. Karena itu berilah kekuatan, petunjuk dan hidayahmu kepada kami, agar kami mampu mewujudkan harapan mulia mereka itu.
Yaa alloh jadikanlah kami sebagai guru-2 yang disiplin, amanah dan bertanggung jawab, .. Menjadi panutan dan teladan bagi anak didik kami. Yang keteladanan kami terhunjam dalam di memori mereka. Yang indahnya budi pekerti kami terpatri kuat, merasuk ke dalam sanubari mereka.
Yaa alloh yg maha mendengar dan mengabulkan doa, berilah kemudahan, kesabaran, ketabahan, ketawakalan, petunjuk dan hidayah-mu kepada siswa-siswi kami dalam menuntut ilmu. Semoga ilmu yang mereka dapatkan menjadi ilmu yang berkah dan manfaat.
Jadikanlah mereka anak-2 yg sholeh sholihah, yg beriman dan bertaqwa kepadamu. Yang patuh dan taat pada perintahmu dan senantiasa menjauhi larangan-2 mu.
Yaa alloh...  Beri kemudahan dan lapangkan jalan mereka, dalam menggapai sukses fiddiini, wa dun-ya wal aakhiroh, dalam naungan rahmat dan keridhoanmu.
Wasshollallohu 'ala khoiri kholqihi muhammdiyyu wa 'ala alihi wasshohbihi  ajma'in. Subhaana robbika robbil izzati amma yasifuun,  alhamdulillahi hamdan katsiiron thoyyiban mubarokan fih wasalamun alal mursaliin  wal hamdulillahirobbil 'aalamiin.

WASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH
Read more »

Rabu, 29 Maret 2017

Kartun Buah Karya Si KeciL










Read more »

Serial Pak Rebby : Dual Form Daftar Hadir

Sungguh sangat dilematis dan makan hati dan makan buah simalakama ternyata, untuk menjadi pejabat yang jujur dan clean di negeri Pak Rebby, saat ini. Sungguh sulit untuk tidak membuat bentuk-bentuk rekayasa dan kebohongan dalam banyak hal.  Salah satunya terkait dengan data absensi (daftar ketidakhadiran) pegawai, termasuk di dalamnya adalah guru. 
Sejak pemberlakuan aturan bahwa jika seorang guru tidak masuk dengan alasan apapun selama 3 hari atau lebih, maka TPP nya tidak bisa cair, maka akan ada banyak guru yang tidak cair tunjangan sertifikasi atau TPP nya. Itu kalau mau jujur lho.  Arahan pejabat di atas dan juga faktor pertimbangan nurani kemanusiaan senantiasa mengalahkan ghiroh untuk melaksanakan nilai-nilai luhur ajaran agama, juga nilai karakter/mental luhur yang sekarang sedang digembar gemborkan lewat gerakan revolusi mental. Salah satunya adalah karakter jujur. Ya, .. karakter luhur yang kini mulai runtuh, yang keruntuhannya membuat banyak bergentayangan pejabat republik ini yang terjerat kasus korupsi, kolusi, manipulasi, suap menyuap dan jual beli jabatan serta jual beli perkara di pengadilan.
Pertentangan batin yang akhirnya dimenangkan oleh "pertimbangan nurani kemanusiaan" lah yang biasanya terjadi. Walau pengorbanannya sangat jelas, yakni manipulasi data, rekayasa data, laporan palsu, pembohongan dan ketidakjujuran. Pengorbanan dengan meruntuhkan karakter luhur demi materi, demi tunjangan yang memang sangat besar nominalnya, untuk ukuran guru seperti Pak Rebby. Termasuk jika ada seorang guru yang secara riil jelas-jelas tidak bisa melaksanakan tugasnya karena sakit, atau karena ijin ada kepentingan dan karenanya berimplikasi pada tidak bisa cair TPP nya,  ternyata dengan aman masih tetap bisa menerima dan menikmati tunjangan tersebut. Aman katanya ? Ya, .. asalkan sesama teman saling pengertian, tidak boleh ada yang merasa iri dan lalu melaporkan ketidak beresan ini. Bagi perantara rejeki Allah, mungkin saja aman. Tapi amankah pertanggung jawaban kita di hadapan Allah kelak, dengan kebohongan yang kita lakukan untuk menggapai rejekinya ini ? Sebuah kebohongan ketika seorang pegawai menandatangani daftar hadir di kolom tanggal di mana dia sebenarnya secara riil tidak masuk pada hari itu. Bagaimana ini bisa terjadi ? Ternyata langkah yang umum diambil adalah dengan membuat DUAL FORM ABSENSI PEGAWAI. Yang satu riil, yang satu untuk laporan. Nah lho ??? Maka yang terjadi kemudian adalah kemasifan rekayasa dan manipulasi dalam berbagai bentuk, di sana sini. Termasuk di lembaga pendidikan seperti halnya di mana Pak Rebby bekerja. Lalu akan menjadi generasi yang bagaimanakah, generasi republik ini pada sekian generasi ke depan, jikalau para agen perubah karakter generasi penerusnya memiliki cacat karakter seperti ini ? (20 Maret 2017)
Read more »

Serial Pak Rebby : Kenaikan Pangkat


Pak Rebby adalah guru yang cukup senior di sekolahnya. Saat ini pangkatnya sudah cukup tinggi, sebab selama ini cukup rajin mengurus kenaikan pangkatnya.  Namun sudah 9 tahun dari SK  pangkat terakhirnya turun, Pak Rebby belum juga segera mengurusi lagi. Akibatnya beliau dilampaui banyak yuniornya. Usut punya usut ternyata Pak Rebby mengalami kesulitan dan mengalami kesulitan dalam pembuatan karya tulis, hingga tidak pernah membuat Karya Tulis Ilmiah. Meski hobby menulis tapi untuk menyusun sebuah Karya Ilmiah beliau mengalami banyak kendala, khususnya faktor semangat. Sebetulnya juga penuisan Karya Ilmiah secara nyata (beneran) sebagai syarat kenaikan pangkat ini juga bukan masalah utama dan pokok. Buktinya kebanyakan dari teman-teman Pak Rebby yang naik pangkat tidak membuat/menulis Karya Ilmiah sendiri. Lha terus bagaimana ? Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat itu (beberapa waktu yang lalu) telah menjamur bisnis jasa yang menangani masalah kenaikan pangkat. Cukup dengan membayar sejumlah uang dalam satuan juta per paket, seorang pegawai bisa mengajukan kenaikan pangkat, walau terkadang tanpa perlu membuat Karya Tulis sendiri. Cukup dengan setor data siswa dan foto-foto kegiatan yang mendukung Karya Tulis. Inilah ternyata yang membuat mengapa para siswa dibuat heran melihat aksi guru-gurunya yang akhir-akhir ini suka foto-foto di kelas. Foto acting seperti sedang mengajar. Di kelas bersama para siswa, di ruang guru di depan para guru beracting seolah sedang presentasi lengkap dengan Kepala Sekolah dan salah satu guru yang bertindak sebagai moderator.
Di forum musyawarah guru pun aksi serupa juga bisa dijumpai. Aksi foto beraksi seolah presentasi juga terjadi di sana. Lengkap dengan daftar hadir peserta kegiatan dan banner sebagai bukti pelengkap dan pendukung penulisan sebuah karya tulis. Tentu saja untuk yang satu ini ada kontribusinya. Nggak banyak koq, cuma mengganti biaya konsumsi seluruh peserta pada pertemuan itu.
Ternyata itu semua lah yang membuat membuat Pak Rebby tidak juga mengurus kenaikan pangkatnya, hingga beberapa tahun terlambat naik.  Pak Rebby ngeri melihat sepak terjang temannya dalam mencapai tujuannya ini. Pak Rebby ingat betul bahwa di setiap kesempatan sering menyampaikan pada siswanya untuk bertindak dan bersikap jujur, tidak boleh curang dan tidak boleh menghalalkan cara dalam meraih tujuan. Pak Rebby setuju betul dengan gembar gembor pemerintah tentang revolusi mental. Mental bangsa dan pemerintah ini menurut pemerintah perlu direvolusi. Terutama mental, karakter jujur. Sikap mental yang mulai hampir punah, seiring bermunculan kabar tertangkapnya pejabat korupsi yang semakin banyak dan marak. Pak Rebby ngeri melihat sosok guru yang nota bene sebagai agen perubah (agen of change) untuk memperbaiki moral, mental dan karakter generasi penerus negeri ini “harus dipaksa” melakukan tindakan yang bertentangan dengan amanah yang seharusnya. Kenapa “dipaksa” ? Dan siapa yang “memaksa” ? Yang memaksa adalah sistem birokrasi, begitu kata teman-temanya. Ya, menurut mereka dan memang kenyataannya demikian, sistem birokrasi di negeri ini banyak membuat para aparat dan pengguna jasa layanan aparat untuk cenderung bertindak curang, merekayasa, mengarang-ngarang, menyulap, memanipulasi dlsj yang intinya “bagaimana bisanya”, yang intinya segala cara bisa ditempuh, yang penting , memanipulasi dlsj yang intinya “bagaimana bisanya”, yang intinya segala cara bisa ditempuh, yang penting tercapai yang kamu inginkan. Begitu ... Karena sudah sedemikian masive, marak dan umum, hingga membuat para pelakunya enjoy-enjoy saja, merasa tidak apa-apa, lumrah dan umum. Justeru yang tidak mau ikut menjadi asing, tidak umum dan akhirnya tersingkir.
Lalu kenapa “harus dipaksa”? Kenaikan pangkat yang dipahami Pak Rebby selama ini sebagai suatu reward, penghargaan atas pengabdian dan juga prestasi, sebagai suatu hak bagi pegawai, yang mana seorang pegawai yang indisipliner bisa dikenai sanksi tidak bisa naik pangkat, ternyata kini telah   berubah menjadi suatu kewajiban. Sebuah kewajiban yang manakala tak ditunaikan mendapat sanksi atau hukuman. Bukan lagi sebuah hak yang bisa saja diambil atau tidak diambil oleh pemilik hak tersebut.
Peraturan yang baru, sistem kenaikan pangkat bagi guru, menjadikan kenaikan pangkat sebagai sebuah kewajiban. Paling tidak itulah yang dirasakan Pak Rebby. Bagi guru yang dalam rentang waktu yang ditentukan tidak juga mengurus kenaikan pangkatnya, akan ditelusuri kemengapaannya, sampai akhirnya guru tersebut mengurusnya, atau akan mendapatkan sanksi tertentu jika tidak mau mengurusi kenaikan pangkatnya.
(23 Jumadil Akhir 1438 H)
Read more »

Selasa, 28 Maret 2017

Serial Pak Rebby : Pak Rebby Koq Masuk Hari Ini ?


Hari kerja seorang guru seperti Pak Rebby adalah 6 hari kerja. Tidak seperti hari kerja bagi  Pegawai lain. Yang hanya lima hari kerja, tetapi sampai sore hari. Jam wajib mengajar adalah 24 jam. Jadi jika dirata-rata, satu hari bagi seorang guru adalah mengajar 4 jam pelajaran. Namun meski masuk 6 hari kerja, bagi guru yang terjadwal mengikuti kegiatan musyawarah guru, ada tersedia 1 hari kosong jam, sesuai hari pelaksanaan musyawarah tersebut. Misalnya pelajaran Bahasa Jawa hari Rabu, IPA hari Kamis dan sebagainya. Namun tak jarang bagi guru lain yang tidak terjadwal mengikuti kegiatan musyawarah tersebut tetap diskenario untuk kosong jam juga sesuai jadwal pelaksanaan kegiatan musyawarah guru, dan bagi guru tersebut artinya hari itu adalah hari bebas mengajar, dan karenanya tidak masuk sekolah.
Pak Rebby sebagai guru Ketrampilan, kosong jam nya adalah hari Selasa.  Sudah dua tahun yang lalu beliau tidak mewakili sekolahnya dalam musyawarah guru, namun tiap hari jam kosong mengajarnya, Pak Rebby selalu masuk kerja, meskipun tidak ada jam mengajar di kelas.  Tak banyak yang tahu temannya, akan hal ini. Hingga suatu hari, Bu Catherina Zabboo, salah satu temannya yang kebetulan memiliki kosong jam pada hari yang sama dengan Pak Rebby masuk sekolah karena ada suatu keperluan. Kaget bertemu Pak Rebby yang setahunya selama ini pada hari itu kosong jam dan harusnya tidak masuk, koq hari itu masuk. “Tumben Pak Rebby masuk hari ini ?”. Tanya Bu Zabboo men “tumben” kan. “Bukannya kebalik Bu, yang tumben anda hari ini koq masuk ?” Tanya balik Pak Rebby. “Iya Bu Zabboo, Pak Rebby tiap hari Selasa selama ini masuk terus, soalnya kan Piket”. Sahut teman guru lainnya. “Lha terus kosong jamnya Pak Rebby sekarang diganti hari apa ?” “Hari Kamis Bu”. “Lha setahu saya Pak Rebby tiap hari Kamis koq masuk ? Kenapa Pak ? Nggak betah ya di rumah ?” Tanya genit Bu Chaterina Zabboo meledek. “Nggak koq Bu Zabboo, saya malu sama anak-anak yang sering saya doktrin untuk jujur dan tidak berdusta, terlebih saya sangat takut sama Allah karena perbuatan dusta saya.” “Koq dusta bagaimana to Pak Rebby ?” “Bagaimana saya dan juga teman-teman nggak dusta Bu, kalo tiap kosong jam saya tidak berangkat ke sekolah, tidak masuk kerja, tapi saya tetap membubuhkan tanda tangan di daftar hadir pegawai. Apakah itu bukan perbuatan dusta dan bohong Bu ? Saya takut Bu, kalo rizki yang saya peroleh menjadi tidak berkah karenanya. Juga.., mau saya taruh di mana muka ini Bu, kalo siswa saya, bilang, “Guru koq bohong !” “Oalah  Pak Rebby, Pak Rebby ... gitu aja koq dipikirin !!” Jawab Bu Zabboo sambil berlalu ke luar dari ruangan. “Iya ya Bu Zabboo, ... gitu aja koq repot Pak Rebby ini ....” timpal yang lain.
Read more »

Slide

Picture Talk More Slideshow: Anang’s trip to Kabupaten Nganjuk (near Kediri), Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Kediri slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.
Anang Dwijo Suryanto. Diberdayakan oleh Blogger.

 
Powered by Blogger