
Tanggal belum begitu tua, tapi karena banyak keperluan besar bulan ini, .. ditambah suka jajan, jadinya persediaan untuk satu bulan nyaris tak sampai akhir bulan. Itupun padahal sudah disuplai dengan uang dari dana ini dan itu. Teringat piutang di mantan siswa (suntikan modal buat jualan pulsa elektrik) yang terpaksa DO, walau tak seberapa besar, walau nggak enak juga sebenarnya, tapi didorong kebutuhan, berangkat juga akhirnya. Agak heran, melihat ada beberapa orang tamu, dan juga melihat ada gelaran karpet di ruang tamu rumahnya yang cukup sempit, sekitar 3 x 2 m. Setelah salam dan memberitahu bahwa saya adalah mantan gurunya dan setelah dipersilahkan duduk saya tanya kepada mantan murid saya, ada acara apa di rumahnya, sudah, sedang atau akan. Dengan terbata-bata dan sedikit rona kesedihan yang tertahan, dia menjawab, "Bapak saya Pak ... Bapak saya meninggal dunia ... " "Innalillahi wa'inna ilaihi roji'un ... kapan ? Kenapa ? Sakit atau ... ? " "Anu Pak Guru, jawab Buliknya yang turut mendampingi, ... Bapaknya meninggal kecelakaan, waktu mau berangkat kerja .. (Menarik Becak) .." "Di mana Bu .. ?" Di depan rumah ini Pak ... Jawab Si Bulik dengan wajah yang juga masih menyimpan kesedihan.Begitu keluar dari pagar halaman rumah ini, ada sepeda montor dengan kecepatan tinggi menabraknya, .. becak sampai membentuk angka 8, dan kondisi Bapaknya kritis, gegar otak parah, lalu jam tiga sore, meninggal dunia. Begitu penuturan Buliknya. Dan nurani konselor pun muncul, memberikan spirit, menguatkan mental dan .. ini yang tidak termasuk sebenarnya, ... beberapa kata mutiara, he he he untuk mengganti kata "nasehat". "Kamu harus sabar, .. tabah, .. ini kenyataan yang harus diterima. Doakan Bapakmu tiap waktu. Kamu sholat kan ? Doakan agar الله mengampuni dosa Bapakmu. Bacakan Surat Al-Fatehah tiap habis sholat.. Insya Allah doa dari anak, terutama yang sholeh, kepada orang tuanya, akan lebih didengar dan diijabah dibanding dengan doa tetangga satu RW atau satu kampung yang kamu datangkan pada hari ke-3 nya, 7 harinya, 40 harinya dsb. Terus setelah DO dari SMPN 3 Bagor, kegiatanmu apa di rumah, atau sekolah di swasta ?" "Nganggur di rumah Pak .. " "Kamu masih ingat, betapa Pak Anang dulu sering mengingatkan kamu. Orang tuamu susah payah mencari nafkah untuk membiayaimu sekolah, .. beliau berharap kamu bisa pintar dengan sekolah setinggi mungkin, beliau hanya minta agar kamu belajar dan sekolah, karena memang anak seusiamu ini adalah masa-masanya belajar dan sekolah. Tapi kamu tidak bisa menghargai jerih payah orang tuamu. Kamu tidak mau sekolah pada akhirnya. Nah sekarang Bapakmu, di penghujung hari beliau mau mencari nafkah untuk keluargamu, untuk kamu, ternyata beliau dipanggil Allah, menghadap Allah, pergi selama-lamanya meninggalkan kamu dan keluarga. Mulai sekarang, kalau kamu memang tidak mau sekolah, bekerjalah, ... jangan nganggur saja, buang-buang waktu percuma. Bantu Ibukmu mencari nafkah, .. dengan kerja apa saja yang kamu bisa. Kalau memang betul-betul kamu sudah tidak ingin melanjutkan sekolah. Jadi Pemulung, atau apa saja yang penting halal dan kamu mampu. Mulai hidup baru dengan semangat baru, ingin membalas budi dan jasa Bapakmu, menyesal lah untuk kemudian kamu bertekad mewujudkan apa yang diangan-angankan Bapakmu. Doa Pak Anang, .. menyertaimu ... semoga Allah memberi kemudahan dan kelapangan dan kesuksesan dalam hidupmu ... Amin ... " Dan setelah kami rasa cukup, saya pun mohon diri dengan tentu saja batal melaksanakan niat awal datang ke rumah murid saya. Allah Maha Kaya, pasti dan sudah memberi yang lebih banyak dan terbaik bagi saya ...
Komentar di Face book :
(Terima kasih untuk komentarnya yang sangat kreatif, humoris, dan konstruktif)