free counters


My site is worth $2022.1.
Berapa harga Blog/Web Anda?

WHO KNOWS, WHO IS ACTUALLY THE GREAT AND THE MOST TERRORIST IN THE WORLD ?
Tampilkan postingan dengan label Sekolahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolahku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2011

Bapak Saya Meninggal Pak ...

Tanggal belum begitu tua, tapi karena banyak keperluan besar bulan ini, .. ditambah suka jajan, jadinya persediaan untuk satu bulan nyaris tak sampai akhir bulan. Itupun padahal sudah disuplai dengan uang dari dana ini dan itu. Teringat piutang di mantan siswa (suntikan modal buat jualan pulsa elektrik) yang terpaksa DO, walau tak seberapa besar, walau nggak enak juga sebenarnya, tapi didorong kebutuhan, berangkat juga akhirnya. Agak heran, melihat ada beberapa orang tamu, dan juga melihat ada gelaran karpet di ruang tamu rumahnya yang cukup sempit, sekitar 3 x 2 m. Setelah salam dan memberitahu bahwa saya adalah mantan gurunya dan setelah dipersilahkan duduk saya tanya kepada mantan murid saya, ada acara apa di rumahnya, sudah, sedang atau akan. Dengan terbata-bata dan sedikit rona kesedihan yang tertahan, dia menjawab, "Bapak saya Pak ... Bapak saya meninggal dunia ... " "Innalillahi wa'inna ilaihi roji'un ... kapan ? Kenapa ? Sakit atau ... ? " "Anu Pak Guru, jawab Buliknya yang turut mendampingi, ... Bapaknya meninggal kecelakaan, waktu mau berangkat kerja .. (Menarik Becak) .." "Di mana Bu .. ?" Di depan rumah ini Pak ... Jawab Si Bulik dengan wajah yang juga masih menyimpan kesedihan.Begitu keluar dari pagar halaman rumah ini, ada sepeda montor dengan kecepatan tinggi menabraknya, .. becak sampai membentuk angka 8, dan kondisi Bapaknya kritis, gegar otak parah, lalu jam tiga sore, meninggal dunia. Begitu penuturan Buliknya. Dan nurani konselor pun muncul, memberikan spirit, menguatkan mental dan .. ini yang tidak termasuk sebenarnya, ... beberapa kata mutiara, he he he untuk mengganti kata "nasehat". "Kamu harus sabar, .. tabah, .. ini kenyataan yang harus diterima. Doakan Bapakmu tiap waktu. Kamu sholat kan ? Doakan agar الله mengampuni dosa Bapakmu. Bacakan Surat Al-Fatehah tiap habis sholat.. Insya Allah doa dari anak, terutama yang sholeh, kepada orang tuanya, akan lebih didengar dan diijabah dibanding dengan doa tetangga satu RW atau satu kampung yang kamu datangkan pada hari ke-3 nya, 7 harinya, 40 harinya dsb. Terus setelah DO dari SMPN 3 Bagor, kegiatanmu apa di rumah, atau sekolah di swasta ?" "Nganggur di rumah Pak .. " "Kamu masih ingat, betapa Pak Anang dulu sering mengingatkan kamu. Orang tuamu susah payah mencari nafkah untuk membiayaimu sekolah, .. beliau berharap kamu bisa pintar dengan sekolah setinggi mungkin, beliau hanya minta agar kamu belajar dan sekolah, karena memang anak seusiamu ini adalah masa-masanya belajar dan sekolah. Tapi kamu tidak bisa menghargai jerih payah orang tuamu. Kamu tidak mau sekolah pada akhirnya. Nah sekarang Bapakmu, di penghujung hari beliau mau mencari nafkah untuk keluargamu, untuk kamu, ternyata beliau dipanggil Allah, menghadap Allah, pergi selama-lamanya meninggalkan kamu dan keluarga. Mulai sekarang, kalau kamu memang tidak mau sekolah, bekerjalah, ... jangan nganggur saja, buang-buang waktu percuma. Bantu Ibukmu mencari nafkah, .. dengan kerja apa saja yang kamu bisa. Kalau memang betul-betul kamu sudah tidak ingin melanjutkan sekolah. Jadi Pemulung, atau apa saja yang penting halal dan kamu mampu. Mulai hidup baru dengan semangat baru, ingin membalas budi dan jasa Bapakmu, menyesal lah untuk kemudian kamu bertekad mewujudkan apa yang diangan-angankan Bapakmu. Doa Pak Anang, .. menyertaimu ... semoga Allah memberi kemudahan dan kelapangan dan kesuksesan dalam hidupmu ... Amin ... " Dan setelah kami rasa cukup, saya pun mohon diri dengan tentu saja batal melaksanakan niat awal datang ke rumah murid saya. Allah Maha Kaya, pasti dan sudah memberi yang lebih banyak dan terbaik bagi saya ...
الحمدلله رب العلمين
 
Komentar di Face book :
(Terima kasih untuk komentarnya yang sangat kreatif, humoris, dan konstruktif)
    • Zuyinah Munir
      Si Anak: "Iya Pak Konselor Anang, terimakasih Bapak sudah berbela sungkawa ke sini, kok tau sih pak kalo hari ini bapak ane meninggal, padahal kan ane gak kabar-kabar.(kata pak Anang dalam hati: padahal ane kesini mau nagih utang, tau??) Terimakasih juga nasehatnya, iya Pak ane menyesal....(hiks...hiks..)dulu ane gak mendengarkan nasehat bapak, ndak memanfaatkan waktu untuk belajar dengan sebaik-baiknya, ah tapi kenapa ya Pak penyesalan selalu datang terlambat, (hiks...hiks...) iya Pak ane akan lebih rajin sholat lima waktu dan mendo'akan bapak ane agar Ibuk sy yg miskin ini ndak perlu mengundang tetangga satu RW buat mendoakan bapak ane, duit dari mana lagi,coba? Dan mulai sekarang ane juga akan belajar kerja apa saja yg penting halal, tapi tolong jangan di doakan jad pemulung dunk Pak. Sekali lagi terima kasih Bapak sdh berkunjung kesini. Dan........mengenai duit yg dulu bapak pijamkan ke saya untuk modal jualan pulsa itu diikhlaskan saja ya Pak, krn jujur saya gak bisa mengembalikannya. Semoga Bapak selalu dilimpahi rizki yang melimpah dan berkah oleh Allah. (kata Pak Anang dlm hati: Amiiin, doa anak miskin biasanya mustajabah nih, iya ane juga jadi gak tega nagih utang ama kamu,....hiks )
      Kemarin jam 5:44 ·
    • Zuyinah Munir Ralat: doa anak miskin maksudnye: doa anak yatim.
      Kemarin jam 5:46 ·
    • Zuyinah Munir AH, Tapi siapa dia Pak? pastinya muridku juga tuh!! pagi-pagi udh ngasih teka-teki, jujur ana gak bisa jawab nih. hehehe....
      Kemarin jam 5:49 ·
    • Anang Dwijo Suryanto Wah Ustadzah ni, selera humornya high juga .. Pasti nJenengan tahu .. mantan murid kita yang DO, ... Anak buahe B. Karni ...
      Kemarin jam 5:53 ·
    • Zulmasri Kampai Saya sudah cek di blog Pak Anang dan coba berkomentar. Alhamdulillah, kali ini komentarnya bisa
      23 jam yang lalu ·
    • Zuyinah Munir Klo anknya B. Karni, Romadoni ta? Tp itu kan sdh agak lama keluarnya. it's a good story, makasih udh berbagi. Liburan kemana nih? Kan udh gak banyak kesibukan lg. Salam buat mb. Ana ya.
Read more »

Sabtu, 18 Juni 2011

Rapat Pleno Kenaikan Kelas

"Bila nilai siswa kurang dari kriteria minimal yang menyebabkan siswa bisa tidak naik kelas, kita bisa menaikkan dengan memberikan remidi atau tugas tambahan, maka tidak bisakah kita mengurangi jumlah ketidak hadiran (absen) tanpa keterangan yang melebihi kriteria kenaikan dengan merubahnya menjadi "ijin" atau "sakit" misalnya, sehingga siswa kita tidak sampai tinggal kelas ? Dengan sdm siswa kita yang seperti ini, lantas kita menentukan kriteria ketidak hadiran tanpa keterangan (mbolos) dengan maksimal 10% dari hari efektif, sebenarnya merupakan suatu keberanian dan arogansi dari kami sebagai pimpinan. Karena itu di forum ini, masih adakah nurani kita yang tersisa untuk anak didik kita, dengan tidak menghadang jalan kesuksesan mereka ? Di tengah gelora wajib belajar 9 tahun ini ? Perlu Bapak Ibu ketahui, bahwa bila siswa-siswa kita tidak naik kelas, maka ... bisa dipastikan mereka akan keluar (tidak melanjutkan sekolah). Apakah ini tidak berarti bahwa kita telah memutus garis nasib dan masa depan mereka ? ... Coba pikir ini baik-baik Bapak Ibu sekalian ....
"Baiklah, .. untuk satu siswa yang mbolosnya mencapai 47 hari (maksimal sesuai kriteria 24 hari), mohon Wali Kelas menyampaikan laporannya ... "
"E ... begini ... sebenarnya siswa ini ... dulu sudah menyatakan akan mengundurkan diri dari sekolah, tapi ternyata yang bersangkutan atas dorongan wali muridnya, .. kembali bersekolah, .. memang ketika awal-awal siswa tidak masuk tanpa keterangan hingga beberapa hari, saya kurang proaktif menanggapi dengan kunjungan rumah dan mencoba mencari tahu permasalahan apa yang membuat siswa saya tidak masuk tanpa keterangan, maklumlah .. saya harus mengajar di kelas ... hingga tidak ada waktu bagi saya untuk melakukan hal tersebut. Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bertumpu dan bermuara pada hasil saja, tetapi dengan anak masih memiliki semangat dan mau sekolah ... merupakan keberhasilan tersendiri bagi anak tersebut. Jadi menurut saya anak tersebut sebaiknya diangkat saja atau dinaikkan saja ..."
"Oke ... dua siswa dengan kasus yang sama bagaimana laporan Wali Kelas yang lain ... ?" "Memang benar, .. saya sangat setuju dengan usulan Wali Kelas terdahulu, .. bahwa kita harus angkat siswa kita,.. Untuk kasus anak saya, .. memang saya akui saya kurang "ker" (care) dengan masalah yang dihadapi anak saya. Bahkan saya belum pernah mengadakan kunjungan rumah sekalipun ke anak didik saya yang bermasalah hingga mereka mbolos sampai berlarut-larut. Memang prosentase mbolos anak saya lebih dari ambang batas maksimal .. tapi seperti Wali Kelas terdahulu, saya harap anak kita, kita angkat, sehingga tidak ada yang tidak naik kelas gara-gara absen mbolosnya banyak. Dan saya usul agar di tahun mendatang, meskipun saya sudah tidak di sini, agar kriteria prosentase maksimal mbolos ditingkatkan dari 10% menjadi 15% atau syukur-syukur bisa lebih dari itu ... Terima Kasih ... " "Bagaimana dengan Wali Kelas Terakhir yang memiliki kasus serupa .. ?" "Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya, ... jika dua Wali Kelas sebelumnya jumlah mbolos siswa didiknya lebih banyak dari anak didik saya, maka saya lebih berharap anak saya diangkat dan dinaikkan ... dan ke depan mulai sekarang, ... kita harus terapkan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan kita, .. di segenap ranah .. utamanya pendidikan, .. meski baru saja kita melakukan ketidakjujuran, dengan sepakat mengganti data ketidakhadiran siswa. Bila kita tidak jujur, .. maka akan lucu dan merupakan sesuatu yang sangat sulit bila kita menanamkan nilai-nilai ini pada siswa kita ... Dan yang terpenting kita harus bisa memberikan contoh pada siswa-siswa kita, .. satu saja contoh ... akan lebih bermakna dan mengena dibanding seribu nasehat dan petuah ... termasuk contoh tidak baik, tentunya ... dan saya berharap juga ke depan ... kita semakin semangat dalam mendidik siswa, ... melaksanakan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya, .. tidak sering meninggalkan jam-jam pelajaran untuk sesuatu yang tidak lebih penting dari tugas utama kita mengajar .. Terima kasih .... " "Baiklah ... apakah Bapak-bapak dan Ibu-ibu setuju bila semua anak kita yang bermasalah mbolos yang melebihi kriteria kenaikan ini kita angkat dan kita naikkan .. ?" .... Sekitar 1/3 atau lebih sedikit dari jumlah yang hadir, dengan ketegasan yang sangat minimal, menjawab ... s e t u j u ... Dan palu pun diketuk ... dan kesepakatan pun dicapai ... "Maaf Pak ... saya sangat setuju jika anak-anak diangkat dan dinaikkan, tapi saya usul ... agar data absen "alpa" tidak diganti dengan "sakit" melainkan dengan "ijin" ... terima kasih ... Usul brilliant salah satu Guru. "Baiklah ... usul yang sangat baik dan lokhis ....
Dan pleno pun ditutup dengan bacaan  ....
الحمدلله
Komentar Ikhwan & Akhwat via Face book ....
    •  
      Zuyinah Munir : Kemudian seorang guru dg tersenyum (yg entah apa arti senyumnya) meninggalkan Ruang Rapat Pleno yg Terhormat dan Hebat itu, sambil berucap dlm hati: innalillahi wainna ilaihi roji'uun, tlh 'meninggal' dg saangat tenang salah satu 'guru' terbaik di sklh kita yaitu: "Ustadz Kejujuran", semoga arwahnya diterima di sisiNYA dan kita yg ditinggalkan msh bisa tertawa & tertawa... :-(

      20 menit yang lalu ·

    • Anang Dwijo Suryanto : Dan semoga kita juga diberi kekuatan oleh الله untuk mengikuti jejak langkah perjuangannya ... Dan ... di tahun depan ... tak usahlah kita repot2 menyusun kriteria kenaikan yang kadang untuk konsultasi dan tanda tangan pengesahan butuh 3 - 4 x ke kantor Dinas ...
      11 menit yang lalu ·

  • Pak D' Hari
    • Pak D’ mengomentari : Pleno Kenaikan Kelas
      Sebelum menjawab atau mencari solusi dari permasalahan yang anda kemukakan, saya agak terusik dengan dihubungkannya permasalahan itu dengan nurani kita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti nurani adalah perasaan hati yang murni yang sedalam-dalamnya, menurut hemat saya ‘nurani’ akan selalu sejalan pengertiannya dengan ajaran agama, dan agama sendiri selalu mengutamakan kejujuran dan kedisiplinan.
      Jadi menurut saya kegiatan guru yang member remidi sebagai upaya untuk menaikkan kelas itu adalah wajar karena siapa tahu sianak sebelumnya sedang kurang sehat atau ada masalah lain. Sedangkan membolos identik dengan kemalasan dan ketidak sungguhan yang bertentangan dengan ajaran agama.
      Seandainya siswa yang tingkat mbolosnya melebihi kriteria kenaikan tetapi nilainya mencukupi untuk naik-kelas, solusinya siswa tersebut bisa di naikkan ke kelas yang lebih tinggi tetapi dia naik kelas dengan sebutan NAIK KELAS PERCOBAAN, dan bila nilai siswa tersebut jeblog alias masih di bawah kriteria kenaikan, maka siswa tersebut harus mau terima ketentuan, TIDAK NAIK KELAS. Jika di triwulan pertama siswa yang naik kelas percobaan menunjukkan tingkat kehadiran yang baik, tidak membolos lagi maka dia berhak melanjutkan pelajaran, namun seandainya sifat membolos masih banyak dilakukan, maka dengan terpaksa sekolah menurunkan kembali ke kelas di bawahnya.
      Sedang dalam hubungannya dengan garis nasib dan masa depan siswa sepertinya ketidak naikkan kelas tidak selalu ‘selaras’. Artinya, selama pengalaman saya mendidik lebih dari seperempat abad, siswa yang gagal di sekolah (drop out) tidak harus gagal dalam mengarungi kehidupan, asal dia tekun, ulet, gigih dan bersungguh-sungguh menekuni bidang ketrampilan yang dipilihnya. Dan siswa yang sukses di sekolah tetapi dia pemalas, santai dan tidak ada kesungguhan dalam menjalani kehidupan- mendatang bisa saja dia gagal dalam hidup.
      Demikian komentar dari saya, maaf atas kesalahan, dan wassalam.
  • Anang Dwijo Suryanto
    22 jam yang lalu
    Anang Dwijo Suryanto
    • Terim kasih Pak D"Hari atas komentarnya yang sangat bagus. Memang benar apa yang penjenengan sampaikan. Tapi itulah kenyataan yang ada. Apa yang tertulis itu adalah kutipan dari yang terjadi. Alhamdulillah bila hal seperti ini tidak terjadi di sekolah Pak D' Hari. Saya pun juga selalu berharap demikian Amin. Matur suwun
       
       
Read more »

Selasa, 17 Mei 2011

Robohnya Gedung Sekolah Kami

Anda pernah dengar judul sebuah Novel atau cerita "Robohnya Surau Kami" ? Nah di postingan kali ini, saya pingin menulis artikel tentang Robohnya Gedung Sekolah Kami, he he he ... Dasar plagiat nih ...
Pagi itu, sewaktu sedang asyik berkutat dengan adminstrasi ke"Konselor"an, dikejutkan saya oleh teman yang membawa kabar bahwa dia baru saja lewat di depan Ruang Komputer, yang sudah lama tidak digunakan karena kondisinya rawan (bocor bila musim hujan) dan tiba-tiba saja mendengar suara "GROBYAAAAK ..... GLODAG ....JEDAR ... " dari dalam ruangan gedung. Sedikit agak takut dia coba mengintip apa yang terjadi di dalam. Ternyata atap gedung Ruang Komputer ambrol ...
Gedung ini dibangun dalam 2 tahap. Tahap pertama sekitar tahun 2006, awal pembangunan gedung. Saya masih ingat, .. di saat sebelum peletakan batu pertama dilakukan, diadakan ritual doa mohon keselamatan dan keawetan bangunan. Dan sayalah, .. yang dengan kemampuan serba terbatas, .. yang didaulat memimpin doa tersebut. Masih ingat juga, ketika selesai ritual itu pimpinan proyek sekaligus pemborong menyisipkan sesuatu di saku baju PSH Guru saya. Belakangan aku buka, dan kulihat beberapa uang ribuan yang agak kumal. Secara kasat mata, memang sekian banyak teman bertanya dalam hati, .. bagaimana mungkin, .. bahan-bahan dan material bangunan dengan kualitas dan formula seperti itu digunakan .. Kayu dari batang pohon yang masih segar dan baru saja dipotong, .. dengan kualitas kayu yang tak diragukan lagi tingkat kerendahannya. Formula dan adonan dari unsur-unsur material pembangun gedung juga jauh dari formula ideal. Mungkin karena salah satu faktor itulah, hingga terjadi tragedi tadi. Salah satu faktor lain adalah tidak adanya pengertian dan kerja sama dari tetangga sekolah yang memiliki kebun bambu, yang mana daun-daunnya banyak berguguran di genting, sehingga menyumbat jalannya air hujan, dan sehingga yang lain membuat air hujan merembet masuk ke bawah. Kembali ke proses pembangunan, dan pembangunan gedung pun selesai, dengan kondisi, .. karena keterbatasan dana yang ada, .. maka pembangunan hanya sampai pada bagian-bagian utama. Plafon belum ada dan Lantai belum dikeramik. Gedung yang sedianya digunakan untuk Lab Komputer, karena belum memenuhi syarat, akhirnya digunakan untuk Ruang Kelas. Sementara untuk sementara, salah satu Ruang Kelas digunakan sebagai Lab. Komputer. Nah ... pada saat periode Bendahara saya pegang (2007-2009), ada proyek Rehab Gedung, Pemlafonan dan pengeramikan. Itu terjadi pada 3 bulan terakhir tahun 2007. Dan Gedung pun diplafon dan dikeramik lantainya. Setelah jadi sejak saat itu, gedung digunakan sesuai dengan fungsi semestinya sebagai Lab. Komputer. Setahun berselang sekolah mendapatkan bantuan Peralatan Multi Media (TIK) berupa seperangkat Komputer, LCD, Printer dan Kamera Digital. Menyusul kemudian mendapatkan bantuan Gedung Multi Media. Sejak saat itulah gedung Lab. Komputer dipindah ke tempat yang baru, sedangkan gedung yang lama tak digunakan hingga akhirnya roboh. Nah ... inilah gambar-gambar Robohnya Gedung Sekolah Kami, yang sempat diabadikan. Dan ... entah kapan ... akan didapatkan bantuan untuk perbaikan gedung ini, sementara Gedung Mushola yang sudah sekian tahun rusak dan tak layak digunakan untuk tempat beribadat saja hingga saat ini, meski sudah mengajukan berbagai macam dan jenis bantuan ... belum tersentuh oleh bantuan dan santunan sama sekali.








Read more »

Slide

Picture Talk More Slideshow: Anang’s trip to Kabupaten Nganjuk (near Kediri), Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Kediri slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.
Anang Dwijo Suryanto. Diberdayakan oleh Blogger.

 
Powered by Blogger